makmum->imamBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Tulisan ini terinspirasi saat berdiskusi ringan setelah mengajak salah satu teman kerja ãñÐrî untuk sholat di masjid (masih berkaitan dengan Resolusi 2009). Pada waktu itu (blm lama sih sebenernya) sambil berjalan ke Masjid ãñÐrî berbincang dengan teman kira-kira begini :

  • ãñÐrî : “Yuk sholat ke masjid, didepan komputer berlama-lama aja betah, jalan kemasjid kan cuma sebentar”
  • temen : “Ntar dulu ahh ndri, rasanya bajunya dah ga enak, perasaan kotor”
  • ãñÐrî : “Tapi bukan najis kan?”
  • temen : “(tersenyum kecil)”
  • ãñÐrî : “Ayolahhhh, siapa lagi yang mau mengisi masjid tercinta kita kalo bukan orang-orang yang dekat”
  • temen : “(masih tersenyum dan masih duduk didepan komputernya)”
  • ãñÐrî : “Yuk, ruangan bisa dikunci dulu… toh ndak bakalan digondol kucing ruangannya (sambil tersenyum juga)”
  • temen : “(sambil berjalan ringan, meninggalkan pekerjaannya di komputer)”
  • ãñÐrî : “(sambil berjalan juga, mengimbangi temen yang berjalan agak didepan… sambil merangkul pundaknya) gitu dong pak **** Gimana bisa menjadi Imam yang baik kalau belum bisa menjadi Makmum yang baik”
  • temen : “Heheee… iya juga, boleh juga tuh teorinya”
  • ãñÐrî : “dan bukan cuma teori pak, harus dipraktek’kan… Kalau mau jadi Imam yang baik, ya harus bisa jadi Makmum yang baik dulu”
  • temen : “Iya, sebenernya niat sih ada… tapi ya gitu, pelaksanaannya kadang terbengkalai”

(percakapan terputus sampai sini, karena sudah mendekati masjid)

Dari percakapan ringan itu, ãñÐrî terinspirasi untuk menuliskannya ke blog ini, karena setelah dipikir-pikir hal tersebut mungkin gak cuma bisa diterapkan dalam hal sholat berjamaah, tapi bisa juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari, entah dalam keluarga… pekerjaan… sekolah… kampus… masyarakat… dan lain-lain.

Seorang Ayah yang baik biasanya dulunya berasal dari anak, dan tentu saja anak yang baik. Seorang Pimpinan yang baik biasanya dulunya berasal dari anak buah, dan tentu saja anak buah yang baik. Seorang Guru / Dosen yang baik biasanya dulunya berasal dari murid / mahasiswa, dan tentunya murid / mahasiswa yang baik. Seorang RT, Lurah, Walikota, Kepala Daerah, Gubernur bahkan Presiden yang baik dulunya juga seorang Rakyat biasa, dan mudah-mudahan adalah Rakyat yang baik.

Berhubung media massa sedang gencar-gencarnya kampanye, dan sudah dekatnya Pemilihan Umum baik Legislatif maupun Presiden… ãñÐrî punya pendapat seperti ini :

Tidak mungkin seorang Rakyat yang “Baik”, memilih Pemimpin yang “Tidak Baik”

Maka sebagai “Makmum” yang baik, mari kita pilih “Imam” yang baik…!

Juga… mari Belajar menjadi “Makmum” yang baik, sebelum menjadi “Imam” yang baik…


-----

Search keyword for this article : IMAM YANG BAIK ~ menjadi imam yang baik ~ belajar jadi imam ~ menjadi imam keluarga ~ BELAJAR MENJADI IMAM ~ menjadi imam yang baik bagi keluarga ~ imam yang baik dalam keluarga ~ menjadi imam dalam keluarga ~ menjadi imam yang baik di keluarga ~ makna imam dalam keluarga ~ menjadi imam yang baik dalam keluarga ~ imam sholat yang ideal ~ belajar menjadi imam dalam keluarga ~ sepatutnya makmum yang pilih imam bukan imam pilih makmumnya ~ tata cara menjadi imam yang baik dalam rumah tangga ~ seorang imam yang baik ~ seoarang pria yang baik jadi makmum bagi keluarganya ~ sebelom aku menjadi imam ~ panduan menjadi makmum ~ pengertian imam dan makmum ~ mencari imam yang baik ~ belajar mejadi imam ~ belajar untuk jadi imam yang baik ~ cara jadi imam dalam keluarga ~ cara jadi makmum yg benar ~ cara menjadi imam dalam keluarga ~ cara menjadi imam sholat dalam keluarga ~ cara menjadi seorang imam dalam berkeluarga ~ ciri ciri imam rumah tangga yang baik ~ imam dalam keluarga ~ imam yang baik untuk keluarga ~